CREDIT: Sesawi.net
KISAH Suster rahib Benediktin yang terlahir dengan
nama Dolores Hicks sepertinya mau mengisi ruang kosong dimana sering
muncul pertanyaan mengenai makna dan arti perjalanan panjang hidup
manusia menjawab panggilan Tuhan dengan hidup menjadi religius.
Terutama, ruang-ruang kosong itu terbuka manakala ada berbagai kisah
sedih tentang imam, suster, frater yang di tengah jalan akhirnya ‘copot
jubah’ karena berbagai sebab dan alasan.
Mari kita simak perjalanan hidup mantan aktris besar Hollywood era
tahun 1960-an yang kini bernama Bunda Dolores Hart OSB, pemimpin biara
rahib Ordo Benediktin di Connecticut, AS. (Baca juga: Olalla Oliveros, Suster Biarawati Ini Mantan Model Papan Atas)
Beliau lahir dengan nama sama di Chicago, Illinois (AS) pada tanggal
20 Oktober 1938. Jadi, sekarang usia beliau adalah 74 tahun dan tinggal
menetap di Biara Benediktin di Bethlehem, Connecticut, AS. Di sana,
beliau lebih dikenal dengan ‘nama resmi’ sebagai suster rahib berjuluk
Rev. Mother Dolores Hart OSB.
logo lambang Ordo Santo BenediktinOSB tak lain adalah nama
kepanjangan dari teks Latin berbunyi Ordo Sancti Benedicti yang berarti
Ordo Santo Benediktus. (Baca juga): “God is the Bigger Elvis”, Aktris Besar Hollywood Jadi Suster Rahib Benediktin (1)
Berkarir di Hollywood
Memulai karirnya sebagai aktris Hollywood sejak tahun 1947 dan memungkasi akhir hidupnya sebagai bintang layar perak di tahun 1963, Suster Dolores Hart tiba-tiba menghilang dari peredaran Hollywood dan tahu-tahu sudah masuk biara dengan menjadi seorang suster biarawati.
Memulai karirnya sebagai aktris Hollywood sejak tahun 1947 dan memungkasi akhir hidupnya sebagai bintang layar perak di tahun 1963, Suster Dolores Hart tiba-tiba menghilang dari peredaran Hollywood dan tahu-tahu sudah masuk biara dengan menjadi seorang suster biarawati.
Menjadi suster pun juga tidak tanggung-tanggung, karena Dolores Hart
memilih OSB sebagai rumah baru bagi perjalanan hidupnya yang baru pula
sebagai seorang rahib. Menjadi seorang suster rahib itu tidak sama
dengan kehidupan para suster biarawati atau suster religius lainnya yang
boleh dibilang lebih “bebas” dan “fleksibel” dalam karya dan pergaulan
sosial.
Menjadi anggota OSB berarti hidup dan tinggal di sebuah biara
klooster alias tertutup untuk umum. Hanya pada jam-jam dan hari-hari
tertentu saja, para suster rahib OSB ini boleh dikunjungi dan bertemu
orang lain. Itu pun hanya boleh terjadi di dalam lingkungan biara ini.
Mereka hidup dengan bekerja lazimnya manusia pada umumnya dan hidup
berdasarkan apa yang mereka peroleh dari pekerjaan-pekerjaan sederhana
ini. Selebihnya, mereka hidup dalam kesunyian: doa-doa, pujian,
sembahyang, refleksi, penelitian batin, rekoleksi, retret, dan masih
banyak lagi.
Selama lima tahun, aktris suster Dolores Hart berhasil merampungkan
10 judul film. Itu pun dia bermain dengan aktor-aktor ganteng papan atas
Hollywood yang hingga kini seakan masih menjadi ikon penting tentang
sosok pria ganteng pada era tahun 1960-an.
Lawan main aktris-suster Dolores Hart dalam 10-an film layar lebar
itu adalah Stephen Boyd, Montgomery Clift, George Hamilton, Robert
Wagner dan Elvys Presley. Bahkan bersama Elvis Presley ini pula,
debutnya sebagai aktris baru di panggung Hollywood terurai dengan lancer
melalui film berjudul Loving You produksi tahun 1957.
Dari keluarga broken
Dunia acting sebenarnya bukan barang baru bagi Dolores Hicks muda. Ayahnya adalah seorang aktor Hollywood dengan nama Bert Hicks. Ibunya bernama Harriett Hicks, namun kemudian perkawinan ibunya dengan Bert kandas di tengah jalan dan berakhir dengan perceraian. Orangtuanya menikah pada usia sangat-sangat muda, yakni umur 16-17 tahun. “Mereka tampan dan cantik,” kenang Suster Dolores Hart.
Dunia acting sebenarnya bukan barang baru bagi Dolores Hicks muda. Ayahnya adalah seorang aktor Hollywood dengan nama Bert Hicks. Ibunya bernama Harriett Hicks, namun kemudian perkawinan ibunya dengan Bert kandas di tengah jalan dan berakhir dengan perceraian. Orangtuanya menikah pada usia sangat-sangat muda, yakni umur 16-17 tahun. “Mereka tampan dan cantik,” kenang Suster Dolores Hart.
Bunda
Suster Dolores Hart OSB memperlihatkan foto dokumen lama dimana saat
masih muda sempat bermain bersama aktor-aktor Hollywood papan atas.
(Ist)
Dolores Hicks mengaku baru mengenal Tuhan dan menyediakan diri dibaptis secara katolik pada umur 10 tahun. Awalnya kisahnya menginjakkan kaki di panggung Hollywood terjadi secara kebetulan. Adalah Moss Hart yang pertama-tama menawari ayahnya Bert Hicks untuk
main sebuah film produksi Hollywood. Karena tampan dan suster ini sering
menyamakan ayahnya setampan Clark Gable, maka jalan mulus ayahnya
tampil di Hollywood juga membuka jalan lapang bagi dirinya sendiri.
“Karena itulah, keluarga kami akhirnya pindah dari Chicago ke
Hollywood untuk meniti karir baru sebagai bintang film. Sejak itu,
keluarga kami tinggal di Beverly Hills dan karena itu, kami sering main
ke studio Hollywood karena sejak awal itu pula, saya bermimpi ingin
menjadi bagian dari dunia film itu,” kenang Suster Dolores.
Lazimnya dunai seni peran di Amerika –namun terutama dunia acting di
panggung Hollywood—maka Dolores Hicks pun mengubah namanya menjadi
Dolores Hart untuk sebutan nama panggungnya di dunia seni peran. Di
tahun 1956, dia berhasil menandatangani kontrak main film perdananya
bersama Elvys Presley dan akhirnya sampailah titik terang itu ketika
film Loving You dirilis di pasaran pada tahun 1957. Lagi-lagi bersama Elvis Presley –King and icon of Rock ‘n Roll–, Dolores Hart main dalam film King Creole produksi tahun 1958.
Meski tiga kali main bersama tokoh besar ini, namun Suster Dolores
Hart tegas mengatakan tidak pernah terlibat dalam drama percintaan
sesungguhnya di luar kamera dan hari-hari biasa. Meski sering digoda
pertanyaan dengan nakal: “Bagaimana rasanya berciuman dengan Elvis?”,
namun Dolores Hart mengaku itu hanya terjadi di dunia seni peran di
belakang layar lebar saja.
“Ha….ha…itu ciuman hanya berlangsung tidak lebih dari 15 detik dan
itu sudah peristiwa lawas sekali: 40 tahun yang lalu,” katanya tertawa
sekali waktu diwawancarai. Tahun 1960, Dolores Hart ikut membintangi film garapan Hollywood di Roma dengan judul Francis of Assisi dimana dia memerankan tokoh bernama Saint Clare Assisi.
Kiprahnya masuk Broadway Amerika terjadi berkat film The Pleasure of His Company (1959) yang akhirnya membawa dia memperoleh penghargaan Theatre Wolrd Award dan diumumkan sebagai nominee memperileh Tony Award berkat film sama untuk kategori Best Features Actress.
Tahun 1960, ia membintangi Where the Boys are—sebuah film remaja bernafaskan komedi. Lalu juga bermain sebagai pemeran utama untuk film The Inspector dan berhasil masuk nominasi untuk Golden Globe kategori Best Picture Drama. Tahun 1963, Dolores Hart mengakhiri karirnya sebagai bintang film Hollywood melalui Come Fly with Me dengan Hugh O’Brian, lawan mainnya dalam film terakhirnya ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar