Senin, 15 Desember 2014

Selamat dari Longsor, Anak Fatimah Diberi Nama Guntur Jokowi

Selamat dari Longsor, Anak Fatimah Diberi Nama Guntur Jokowi

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi pengungsi korban tanah longsor di Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) Panti Sosial Petirahan Anak Satria Baturaden di lokasi Pengungsi Perhutani, Karang Kobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2014).
CREDIT: Tribun News

Fatimah, seorang perempuan hamil yang selamat dari bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara telah melahirkan anak laki-laki.
Fatiman disebut-sebut menerima mukjijat karena rumahnya merupakan satu-satunya rumah yang selamat dari tanah longsor itu.

Seorang relawan Andoyo Suliantoro, Senin (15/12/2014) mengabarkan, anak laki-laki yang dilahirkan di Puskesmas Karangkobarh  itu diberi nama Guntur Jokowi, karena lahir tak lama setelah dikunjungi Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi setelah meninjau proses pencarian korban longsor, langsung memberikan bantuan kepada para pengungsi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Saat berada di posko pengungsian, Jokowi dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa secara simbolis memberikan ribuan selimut kepada para korban selamat. "Bantuan berupa perlengkapan tidur diberikan kepada para korban bencana tanah longsor,"ujar Khofifah, Minggu (14/12/2014).
Kepada petugas Posko, Khofifah meminta petugas senantiasa memerhatikan para pengungsi. "Selalu perhatikan apa yang dibutuhkan pengungsi, mulai dari kebutuhan logistik ataupun perlengkapan yang diperlakukan darurat seperti ini," kata dia.

Sementara Jokowi memerintahkan TIM SAR Gabungan membuka akses jalan yang tertutup, sehingga alat berat berupa eskavator bisa masuk ke lokasi longsor untuk melakukan evakuasi. "Kalau akses jalan sudah terbuka semua, eskavator baru bisa masuk," kata Jokowi.

Jokowi meminta kepada Tim SAR dan warga berhati-hati saat proses evakuasi. "Sekali lagi semuanya harus berhati-hati saat melakukan evakuasi," kata dia. Dia menyebut Provinsi Jawa Tengah memang banyak terdapat titik-titik rawan bencana. Tidak hanya bencana longsor, namun juga bencana alam lainya. "Saya minta, semua warga yang tinggal di daerah titik rawan bencana selalu waspada,"ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar